Singgah di Tanjung Balai Karimun
Beberapa kali kami singgah ke pulau ini. Kota Tanjung Balai Karimun yang terletak di bagian tenggara dari pulau Karimun dan secara keseluruhan bagian dari wilayah perdagangan bebas BBK (Batam-Bintan_Karimun) yang cukup strategis karena terletak di Jalur pelayaran Internasional di sebelah barat Singapura. Kota ini juga berdekatan dengan pulau Sumatera daratan (provinsi Riau) serta dengan negara Malaysia.
We are start to Batam by flight and arrived in Batam. Dari Bandara Hang Nadim kita bisa menuju dua pelabuhan yang pertama adalah Pelabuhan Sekupang dimana jarak tempuhnya sekitar 27,3 km. Yang kedua melalui Horbour Bay dengan jarak tempuh 19,5 km. Lebih dekat Harbour Bay ya..tetapi dari Harbour Bay ke Tanjung Balai Karimun lebih jauh dari Pelabuhan Sekupang hanya di Harbour Bay ini tempatnya lebih rapi, bersih dan teratur. kalau dari Pelabuhan Sekupang lebuh dekat artinya sama saja ya hehehe.
Ini adalah Pelabuhan Tanjung Balai Karimun
Sejarah Tanjung Balai Karimun ternyata masih ada berbau kerajaan Sriwijaya loh. Simak sebentar yok..!
Karimun Dahulu berada dibawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya hingga keruntuhaannya pada abad ke -13, dan pada masa itu pengaruh ajaran Hindu dan Budha mulai masuk ke Pulau karimun, wajar kalau disana kita akan berjumpa banyak keturunan Tionghoa yang tinggal disana. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti yang berada di Pasir Panjang. Pada Masa itu disebutkan Karimun sering dilalui oleh kapal -kapal dagang karena letaknya yang strategis di Selat Malaka, hingga perngaruh Kerajaan Malaka mulai masuk pada tahun 1414.
Pada Tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis, sejak saat itu banyak rakyat Malaka yang tinggal berpencar di pulai-pulau yang berada di Kepulauan Riau termasuk di Pulau Karimun, Pulau Kundeu, pulau Buru dan sekitarnya. Sejak kejatuhan Malaka dan digantikan perannya oleh kerajaan Johor, Karimun dijadikan basis kekuatan angkatan laut untuk menentang Portugis sejak masa pemerintahan Sulatan Mahmud Syah I (1518=1521) hingga Sultan Ala Jala Abdul Jalil Ri'ayat Syah (1559-1591)
Ini adalah Batu Bertulis Prasasti di Pasir Panjang
Prasasti Pasir Panjang ini merupakan peninggalan bersejarah berupa Batu Tertulis, dimana Batu ini terdapat tulisan yang terdiri dari Tiga baris. Tulisan ini tertera merupakan aksara nagari dan berbahasa Sansekerta yang berbunyi "Mahayunika Galagantricacri" yang disimpilkan mengandung arti "Pemujaan Kepada Sang Budha melalui Tapak kakiNya". Prasarti ini dipercaya berasal dari abad ke IX-X Masehi. ada yangberpendapat berasal dari abad ke XI dan XII. Prasarti ini terletak di lereng bukit batu granit di wilayah Desa Pasir Panjang. Prasasti ini ramai dikunjungi oleh turis dalam dan luar negeri dan tempat ini dianggap sebagai tempat keramat bagi umat Budha sehingga ramai orang tionghoa yang datang berziarah guna keselamatan dan meminta berkah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar